Beberapa waktu yang lalu, saya membaca salah satu tweet yang berbunyi, “Memang ada perbedaan umur antara ia yang tau You’ll Be in My Heart dari Niki dan ia yang taunya itu lagu Tarzan” dan saya pun langsung relate dengan tweet tersebut.

Pertama, saya relate karena tentu saja saya tahu bahwa lagu You’ll Be in My Heart itu dinyanyikan Phill Collins sebagai soundtrack film Tarzan (1999) keluaran Disney. Saya bahkan masih memiliki Majalah Donal Bebek Volume 921 yang membahas film Tarzan dan Phil Collins.

Kedua, saya relate karena akan ada banyak generasi di bawah saya yang bakal lebih tahu You’ll Be in My Heart versi Niki ketimbang versi originalnya, Phil Collins, seperti saya yang lebih tahu lagu The Man Who Sold the World versi Nirvana ketimbang versi originalnya, David Bowie.

Lagu yang Universal

Saya gak akan membandingkan mana yang lebih bagus, versi Phil Collins atau versi Niki. Kalau saya bilang versi Phil Collins itu lebih bagus, itu pasti bias karena saya adalah Generasi Mileneal yang tumbuh dengan film Disney maupun Phil Collins sebagai vokalis grup band Genesis. Sebaliknya, kalau saya bilang versi Niki lebih bagus, pasti saya dibilang menistakan talenta Phil Collins dan Genesis. Jadi kesimpulannya, “Both version of Phil Collins and Niki are incredible!

Dalam film animasi Tarzan keluaran Disney, Kala yang merupakan istri dari Kerchak, pemimpin kawanan gorila, telah kehilangan anaknya yang dimangsa Sabor, seekor macan tutul. Sejak saat itu, Kala mengalami kesedihan yang teramat dalam, hingga suatu saat, Kala tak sengaja menemukan Tarzan yang baru saja kehilangan kedua orang tuanya karena sama-sama dimangsa Sabor. Kala pun bersikeras merawat dan membesarkan Tarzan, meskipun Kerchak dan seluruh gorila lainnya menentang tindakan Kala tersebut. Dari situlah, secara dramatis Kala menyanyikan lagu You’ll Be in My Heart pada Tarzan yang masih balita.

Come, stop your crying, it will be all right

Just take my hand, hold it tight

I will protect you from, all around you

I will be here, don't you cry

For one so small, you seem so strong

My arms will hold you, keep you safe and warm

This bond between us, can't be broken

I will be here, don't you cry

CAUSE you'll be in my heart

YES, you'll be in my heart

From this day on, now and forever more

Why can't they understand the way we feel?

They just don't trust, what they can't explain

I know we're different but, deep inside us

We're not that different at all

Penggalan lirik tersebut betul-betul merepresentasikan rasa cinta Kala pada Tarzan meskipun mereka adalah spesies yang berbeda. Di sini, Kala bersungguh-sungguh berjanji untuk melindungi Tarzan yang masih begitu mungil dan kecil serta terus-terusan menangis.

Selewat beberapa tahun, Tarzan pun tumbuh jadi anak yang terus berusaha agar bisa diterima oleh seluruh kawanan gorila, termasuk Kerchak. Tarzan terus-terusan dikucilkan oleh seluruh kawanan gorila termasuk Kerchak karena ia berbeda. Namun Kala yang berjanji akan melindunginya, terus memberikan support moral pada Tarzan dan akhirnya, Tarzan tumbuh menjadi pemuda atletis yang tak hanya jadi kebanggaan Kala, namun jadi kebanggan Kerchak pada akhirnya.

Saya bukan ahli semiotika, meski sempat mempelajarinya sekilas di bangku kuliah dulu. Namun bagi saya, You’ll Be in My Heart adalah lagu yang universal. Lagu ini bisa diartikan sebagai bentuk cinta antara ibu angkat dan anak angkat (Kala dan Tarzan), cinta antara orang tua dan anaknya (orang tua kandung Tarzan dan Tarzan itu sendiri), hingga cinta antara pria dan wanita dewasa (Tarzan dan Jane). Seperti itulah interpretasi saya dari lagu You’ll Be in My Heart yang dibawakan Phil Collins di film animasi Tarzan.

Bahkan, saking universalnya, You’ll Be in My Heart bisa diartikan sebagai bentuk cinta antara Tuhan pada kita, seluruh hamba-Nya! Bayangkan, ketika kita menangis atas segala cobaan hidup, Tuhan Yang Maha Esa berkata, “Come, stop your crying, it will be all right. Just take my hand, hold it tight”, dan saya punya interpretasi tersebut dari You’ll Be in My Heart versi Niki.

Stop membandingkan You’ll Be in My Heart versi Phil Collins dan Niki

Di atas sudah saya sebutkan, “Both version of Phil Collins and Niki are incredible!” dan saya betul-betul bersungguh-sungguh.

Saking bagusnya You’ll Be in My Heart versi Niki, saya sempat menyangka Niki adalah penyanyi luar negeri. Gak tahunya, Niki adalah seorang Warga Negara Indonesia! Dan ia pun lahir di tahun yang sama ketika Phil Collins merilis lagu You’ll Be in My Heart untuk film animasi Tarzan. Akhirnya saya pun sadar bahwa Niki menggabungkan unsur gamelan Jawa dan angklung khas SUnda dalam aransemennya. Betul-betul jenius!

You’ll Be in My Heart adalah contoh di mana, lagu yang bagus, akan bagus jika dicover siapapun. Sama seperti The Man Who Sold the World yang sama bagusnya ketika dibawakan David Bowie maupun Nirvana (Kurt Cobain). Sama seperti lagu Last Kiss yang sama bagusnya ketika dibawakan Wayne Cochran maupun Pearl Jam (Eddie Vedder).

Pada akhirnya, You’ll Be in My Heart adalah bukti bahwa lagu yang lahir dari ketulusan akan menemukan tempat di hati siapapun, dari generasi manapun, dalam versi manapun. Entah itu dinyanyikan Phil Collins dalam hening hutan rimba bersama para gorila di dalamnya, atau dibawakan Niki dalam balutan gamelan dan angklung khas Indonesia. Pesannya tetap sama: cinta itu tak mengenal batas. Tak ada batas umur, tak ada batas spesies, tak ada batas darah, dan tak ada batas zaman. Selama manusia masih punya cinta, lagu seperti You’ll Be in My Heart akan selalu menemukan jalannya sendiri.