Baru
beres nonton The Truman Show (1998) dan saya cuma bisa bilang, “Gila!”
Beneran
sesuai namanya, The Truman Show ini beneran reality show dalam arti
sesungguhnya yang ngikutin lika-liku keihudan Truman Burbank (Jim Carrey) dimana
seluruh kisah hidupnya mulai dari lahir sampai dewasa ditampilkan di depan
kamera.
Kalau
kalian berpikir ini reality show macam The Osbournes, Keeping Up with the
Kardashians, atau vlog-vlog Raffi Ahmad dan Rans Entertainment, kamu salah
kira. Truman sama sekali gak tahu kalau dia itu direkam dan ditonton miliaran
orang di seluruh dunia. Dan acaranya beneran LIVE 24 jam selama lebih dari 30
tahun. Teknisnya, ada semacam hidden cam yang ngikutin dia kemana-mana. Ada
juga hidden cam yang standby di berbagai sudut.
Sejak
lahir, Truman diseting hidup pada sebuah pulau yang seluruh penduduknya
merupakan aktor bayaran. Semua mobil, rumah, bangunan, dan serba-serbi di
dalamnya diseting sedemikian rupa oleh sutradaranya. Mereka bahkan bikin
kondisi biar Truman mengalami PTSD (Post-Traumatic Stress Disorder atau
gangguan stres pascatrauma) dimana ia takut sama air sehingga gak berani
ninggalin pulau itu.
Ia
lahir, sekolah, kuliah, hingga bekerja di pulau itu yang semuanya direkam LIVE
selama 30 tahun tanpa ia sadari sama sekali. Ketika Truman menyadari hal-hal
yang janggal, seluruh kru langsung berusaha menutupinya dengan berbagai trik. Jadi
ya semua teman sekolah, rekan kerja, hingga tetangganya itu setingan.
Konfliknya setingan. Semuanya setingan gitulah.
Yang
lebih aneh, The Truman Show ini ditonton oleh miliaran orang di seluruh dunia
selama lebih dari 30 tahun. Kalau misalnya The Truman Show ini ada semacam
editing, dimana ada episode-episodenya kayak reality show dunia nyata sih
mending. Ini beneran LIVE 24 jam selama lebih dari 30 tahun!
Kalau
kamu ketik judul film ini di Google, film ini dikategorikan sebagai Komedi/Fiksi
ilmiah. Buat saya ini film horror!
Yang
bikin horror itu karena Truman ini sebenarnya mencintai seorang gadis bernama
Lauren (Natascha McElhone) dan sebaliknya, Lauren juga gitu. Ini beneran ya,
bukan setingan. Tapi sutradaranya memutuskan bahwa Lauren bukan pasangan yang
pas, sehingga Lauren diseting sedemikian rupa untuk menghilang dari pulau itu.
Truman pun menikah dengan gadis pilihan sutradaranya yang bernama Meryl Burbank
(dimainkan oleh Laura Linney).
Selain
itu, buat cari cuan, reality show ini banyak mengiklankan berbagai macam
produk. Ya, soft selling gitulah misal Meryl pakai pisau atau blender tertentu
sambil menghadap kamera. ~wqwqwq
Horrornya
gak sampai disitu aja kalau buat saya. Produsernya, Christof (Ed Harris) ini
literally Playing God dimana ia menseting kapan matahari terbit, kapan hujan
turun, siapa karakter yang masuk untuk kepentingan cerita, siapa karakter yang
dibikin meninggal atau hilang dari Truman, dan lainnya, sedangkan Truman
menderita gak tahu apa-apa sama sekali.
Fun
fact: Saking gilanya konsep film ini, di dunia nyata sampai ada istilah
psikologi bernama Truman Show Delusion, sebuah kondisi dimana seseorang
percaya kalau hidupnya itu sedang difilmkan secara rahasia kayak di film ini.
Film
ini dirilis tahun 1998 meski saya baru nonton di tahun 2026. Pada tahun 1998 pasti
orang mikir, “Emang ada ya yang bakal nontonin kehidupan orang kayak gini?”
Tapi
ya seiring dengan perkembangan teknologi, kayaknya emang beneran ada dan
semakin banyak? Di YouTube dan TikTok, banyak selebriti yang Live tiap hari
atau bikin vlog tiap hari dan yang nonton banyak banget! Bahkan banyak yang
ngasih gift dan nungguin banget kalau creatornya lagi LIVE. Banyak penontonnya
hafal nama seluruh anak, nama kucing, nama anjing, kebiasaan maupun hal yang
tidak disukai dari si creator itu. Ya bedanya gak seekstrim The Truman Show
aja.
Sekarang
juga banyak orang yang sengaja jadi Truman, memamerkan hidupnya, termasuk
kehidupan pribadinya yang entah beneran atau setingan bak selebriti Hollywood
karena pasarnya memang ada orang-orang yang suka nontonin kehidupan orang lain.
Salah? Ya ngga juga, namanya juga cari uang, meski ya nanaonan maneh
kikituan the?
Entahlah.
Film ini pun sangat revolusioner pada zamannya. Mikirin konsep gini tahun segitu
ya jelas revolusioner.
0 Comments