Tak
ada angin, tak ada hujan, saya kembali marathon Grand Theft Auto. Mulai dari
Grand Theft Auto III, Grand Theft Auto: Vice City, Grand Theft Auto: San
Andreas, dan Grand Theft Auto IV. Tentu frasa “tak ada angin, tak ada hujan” di
awal itu hanya jokes. Alasan utamanya karena laptop saya tidak kuat memainkan
Grand Theft Auto V saja sih. ~wqwqwq
Baca
tulisan saya: Grand
Theft Auto: Vice City, One of the Best from Rockstar Games
Baca
tulisan saya di Mojok: Daripada
Jadi Teroris di Dunia Nyata, Mending Lampiaskan di GTA Aja!
Jujur,
ini sudah kesekian belas kalinya saya menamatkan Grand Theft Auto: Vice City
sejak 23 tahun yang lalu, saat saya duduk di bangku SD. Baik versi PlayStation
2 maupun versi PC. Baik full pakai cheat, sesekali memakai cheat, hingga gak
pakai cheat sama sekali.
Semakin
dewasa, saya jadi memahami tokoh-tokoh di dalamnya. Vice City bukan hanya
sekadar game buat jalan-jalan di era 80an lengkap dengan neon warna-warni
dengan seting pantai ala Miami saja. Tokoh-tokoh di dalamnya benar-benar hidup!
Tommy
Vercetti, protagonis Vice City ini baru saja keluar penjara setelah menjalani
15 tahun hukuman. Jadi ia dipenjara selama 15 tahun setelah membunuh banyak
orang di Liberty City. Tommy ini orangnya beneran dingin, gak banyak basa-basi
dan straight to do point, bahkan jauh dari sebelum cerita Vice City ini
dimulai. Terbukti dari caranya membunuh banyak orang yang membuat ia mendekam
selama 15 tahun dipenjara hingga dijuliki The Hardwood Butcher.
Gak
cuma Tommy Vercetti, sejumlah tokoh di dalamnya pun benar-benar hidup, sebut
saja Colonel Cortez, pensiunan perwira penjahat perang yang mengguankan
kekuasaannya untuk bisnis kotor jauh dari sebelum cerita Vice City dimulai.
Meski begitu, ia gak banyak basa-basi. Ia gak sok agamis, gak sok moralis. Ia
bahkan sangat respect pada Tommy.
Ada
juga Avery Carrington. Pebisnis yang penampilannya Amerika banget lengkap
dengan topi cowboynya ini gak pernah tampil sok agamis dan sok moralis. Ia
terang-terangan menunjukkan dirinya sebagai kapitalis rakus karena ia sadar ia
tak bisa menghentikan kapitalisme, jadi mau gak mau ia harus bermain di dalam
lumpur tersebut.
Lalu
ada Mitch Baker, geng motor Vice City yang akhirnya respect banget pada Tommy.
Menurut bayangan saya, Mitch Baker ini mirip Lemmy Kilmister, vokalis Motorhead
yang gak pernah sok agamis dan sok moralis. Mitch Baker bahkan nyindir Forelli
Family yang tega membuang Tommy untuk mendekam selama 15 tahun di penjara.
Sebetulnya,
gak cuma tiga karakter ini saja sih yang punya personality serupa. Ada juga
Phil Cassidy, Earnest Kelly dan Umberto Robina.
Kesamaan
mereka semua? Mereka semua orang brengsek. Mereka semua sadar mereka kriminal
kelas atas. Tapi mereka gak munafik. Mereka bertanggung jawab atas pilihan
mereka dan mereka tahu dirinya sendiri dan apa mereka bisa. They know what
they capable of. Makanya, semua tokoh ini punya personality yang sama dan
saling respect each other karena secara psikologis, manusia cenderung berkumpul
dengan orang yang sama. Tentu, 23 tahun yang lalu saya sama sekali gak sadar
tentang hal ini. Saya cuma tahunya jalan-jalan di pantai Vice City sambil
menikmati neon-neon estetik dan lagu-lagu rock 80annya.
Kalau
dipikir-pikir, gak cuma karakter Vice City saja yang punya konsep serupa,
dimana villain punya idealisme dan prinsip yang kuat. Sebut saja Michael
Corleone dalam Trilogy The Godfather maupun Kazuma Kiryu dalam gim Yakuza.
Mereka ini villain. Mereka ini penjahat. Tapi mereka punya prinsip. Mereka
punya idealisme. Mereka setia pada insan-isan yang juga setia pada mereka.
Mereka rela mati demi apa yang mereka yakini.
As I grow older, I don’t admire heroes anymore. I understand characters like Tommy Vercetti. Kira-kira seperti itu. Karena di kehidupan nyata, saya melihat banyak orang sok-sok moralis dan sok-sok agamis, gak tahunya dibelakang, sangatlah bejat? Banyak orang brandingannya family man dan sangat relijius, padahal aslinya sangat demen main cewek, korupsi dan ha-hal bejat lainnya. Daripada sok-sok pencitraan, bukanlah lebih baik sejak awal jujur aja tanpa pencitraan seperti para villain di Vice City atau kisah fiksi lainnya?
0 Comments